sebesar apa cintaku padamu? | waktu kelak akan memberitahu
karena rasa ini belum pantas diucap | tidak selagi aku masih belum siap
karena satu ucapan bisa menodai hati | noktah maksiat yang menenggelamkan diri
aku terlanjur terjembab dalam lubang rasa | bicara atau diam itu sama-sama menyiksa
namun bila terucap bukan hanya menyiksa namun sisakan dosa | karena kita sama-sama belum siap dan memendam rasa bisa jadi nista
masa depanku dan masa depanmu siapa yang tahu? | namun terkadang kebodohan mengambil alih akal sehatku
kukira dengan mencurahkan rasa ini padamu akan menenangkan | padahal kutahu itu awal musibah yang berujung pada penyesalan
maka mungkin diam adalah jalan yang terbaik | atau kujadikan saja ia beberapa lirik?
bagaimanapun aku tak punya muka | bila harus memulai dengan maksiat
maka biarlah rasa ini masih terpendam tanpa diungkap | sampai waktunya aku mampu dan pantas untuk bercakap
seberapa besar cintaku padamu? | mungkin engkau takkan pernah tahu
(Felix shiaw)
tidak semua yang saya tulis adalah apa yang saya rasakan
Senin, 03 Februari 2014
Kamis, 02 Januari 2014
- "Kenapa kau tempatkan aku di lorong gelap?" ── "Agar kau selalu tahu cara mencintai cahaya."
- “Bila aku sebuah warna, akan kauberi nama apa?” ── “Carmine.”
- "Siapa yg paling sering kau bayangkan akan pergi?" ── “Kamu. Bersama sebagian dan seluruhku.”
- "Sebanyak apa rindu yg sanggup kau jatuhkan?" ── "Jangan coba-coba menghitung tetes hujan."
- “Kenapa hati yg patah tidak berbunyi?” ── “Karena telingamu sedang tidak ingin mendengar apa-apa.”
- "Lalu aku berhenti mencintaimu, apa yg akan kau lakukan?" ── "Menghapus kata berhenti."
- “Kau tahu terkadang ada kata-katamu yg menyakitiku?” ── “Aku mungkin tidak tahu, tapi aku pasti tidak mau.”
- “Pergi ke mana doa-doa kita yg tidak Tuhan kabulkan?” ── “Kepada amin yg lebih membutuhkan.”
- “Aku hujan, lalu kau?” ── “Halaman rumah seorang penyuka Petrichor.”
- "Apa kabar rumahmu?" ── “Beberapa jendela masih dibiarkan terbuka, agar doa lancar keluar masuknya.”
- “Berapa sendok gula untuk kopi di meja kerjaku hari ini?” ── “Tidak ada. Karena kau tidak suka kopi.”
- “Sebelum tidur, apakah kau selalu memikirkan aku?” ── “Antara iya dan tidak mungkin tidak.”
Langganan:
Komentar (Atom)