Membina suatu hubungan pacaran kadang sulit sekali untuk mempertahankan karena masing-masing pasti memiliki ego yang tinggi, belum lagi godaan dari luar yang banyak menghantui masing-masing pasangan. Nah … lalu bagaimana membuat suatu hubungan dengan pasangan atau pacaran menjadi berhasil dan tetap awet? Berikut tipsnya.
1. Be Yourself
Jadilah dirimu sendiri, karena hal itu wajib, sehingga kamu tidak perlu meniru orang lain hanya untuk memuaskan pasangan anda. Jadi, kamu perlu mengenal diri sendiri terlebih dulu sebelum membuat peta ke depan mengenai hubungan yang akan kamu jalani bersamanya. Terkadang apa yang anda inginkan, sebenarnya bukan yang benar-benar diinginkan. Satu-satunya cara untuk mengetahui dengan jelas adalah membuat rangkuman dari inti tujuan anda sendiri dalam membangun atau mempertahankan hubungan.
Jadilah dirimu sendiri, karena hal itu wajib, sehingga kamu tidak perlu meniru orang lain hanya untuk memuaskan pasangan anda. Jadi, kamu perlu mengenal diri sendiri terlebih dulu sebelum membuat peta ke depan mengenai hubungan yang akan kamu jalani bersamanya. Terkadang apa yang anda inginkan, sebenarnya bukan yang benar-benar diinginkan. Satu-satunya cara untuk mengetahui dengan jelas adalah membuat rangkuman dari inti tujuan anda sendiri dalam membangun atau mempertahankan hubungan.
2. Open Your Mind
Bukalah mata, hati dan pikiran kamu. Kamu tidak perlu berbohong kepada pasangan kamu, apalagi hanya karena hal tersebut memalukan bagi kamu, lantas kamu harus berbohong kepadanya. Katakan secara terbuka agar semuanya menjadi jelas. Jika memang ada yang tidak kamu sukai dari dirinya, jujur dan sampaikanlah dengan baik-baik, dengan begitu dia akan mengerti maksud kamu. Begitu pula sebaliknya, kamu akan mendengarkan pendapat dan saran dari pasangan kamu, karena komunikasi adalah salah satu cara membina hubungan agar tetap awet. Perlu diingat juga, meskipun sudah saling terbuka, kamu harus menghargai privasi pasangan kamu, dan sebaiknya kamu tahu apa yang perlu diketahui saja.
Bukalah mata, hati dan pikiran kamu. Kamu tidak perlu berbohong kepada pasangan kamu, apalagi hanya karena hal tersebut memalukan bagi kamu, lantas kamu harus berbohong kepadanya. Katakan secara terbuka agar semuanya menjadi jelas. Jika memang ada yang tidak kamu sukai dari dirinya, jujur dan sampaikanlah dengan baik-baik, dengan begitu dia akan mengerti maksud kamu. Begitu pula sebaliknya, kamu akan mendengarkan pendapat dan saran dari pasangan kamu, karena komunikasi adalah salah satu cara membina hubungan agar tetap awet. Perlu diingat juga, meskipun sudah saling terbuka, kamu harus menghargai privasi pasangan kamu, dan sebaiknya kamu tahu apa yang perlu diketahui saja.
3. Pay Attention
Perhatian, walau sekecil apapun, tapi pasti sangat berguna, terutama ketika dia sedang membutuhkan kamu. Jangan segan untuk memberi kejutan buat si dia, seperti misalnya, membuat makanan kesukaannya, dengan begitu pasangan kamu pasti jadi tambah care. Namun, perlu diingat perasaan cinta haruslah tulus, jadi ketika kamu pernah menolong dia, tak perlu diungkit secara berlebihan. Perhatian boleh, tapi jangan posesif, tidak perlu selalu mengawasi dia, dimana, bersama siapa, dan baru apa. Hal ini akan justru membuat si dia jadi il-feel. Jika kamu berbuat salah, tak ada ruginya kamu meminta maaf kepadanya, namanya juga manusia. Perhatian juga tidak hanya kepada si dia, jika kamu memang sudah yakin, maka kamu dapat mendekatkan diri dengan keluarga pasangan kamu. Hal ini memberikan keuntungan bagi kamu, karena kamu juga bisa mendapatkan dukungan dari mereka.
Perhatian, walau sekecil apapun, tapi pasti sangat berguna, terutama ketika dia sedang membutuhkan kamu. Jangan segan untuk memberi kejutan buat si dia, seperti misalnya, membuat makanan kesukaannya, dengan begitu pasangan kamu pasti jadi tambah care. Namun, perlu diingat perasaan cinta haruslah tulus, jadi ketika kamu pernah menolong dia, tak perlu diungkit secara berlebihan. Perhatian boleh, tapi jangan posesif, tidak perlu selalu mengawasi dia, dimana, bersama siapa, dan baru apa. Hal ini akan justru membuat si dia jadi il-feel. Jika kamu berbuat salah, tak ada ruginya kamu meminta maaf kepadanya, namanya juga manusia. Perhatian juga tidak hanya kepada si dia, jika kamu memang sudah yakin, maka kamu dapat mendekatkan diri dengan keluarga pasangan kamu. Hal ini memberikan keuntungan bagi kamu, karena kamu juga bisa mendapatkan dukungan dari mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar