“Aku hanyalah penggalan cerita yang belum terisi penuh oleh sajak manismu.”
Dengannya,aku menelusuri candikala yang perlahan hilang tak tersisa. Aku menyeringai,seakan tiada dirinya yang sedang kucinta digenggamanku. “Benarkah yang ku lakukan? Aku malu.” Kataku,membisu. Tatkala bisikan senyap menyelinap masuk ke’dalam’nya,akupun (langsung) tersipu tiada malu. “Apa ini? Terjadi lagi?” Kataku.
Aku menatap ke arah matanya tanpa sedikitpun rongga. Anggap itu adalah luapan rinduku atas ketiadaannya,dulu. Tanpa sedikitpun menoleh,aku seakan memegang kendali akan situasi saat itu. Seolah yang dulu (pernah) terhenti kini terajut kembali.
“Perlu kau tau. Aku aku akan tetap menunggu kehadiranmu untuk nanti kau tinggalkanku lagi.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar