tidak semua yang saya tulis adalah apa yang saya rasakan

Kamis, 02 Januari 2014

  • "Kenapa kau tempatkan aku di lorong gelap?" ── "Agar kau selalu tahu cara mencintai cahaya."
  • “Bila aku sebuah warna, akan kauberi nama apa?” ── “Carmine.”
  • "Siapa yg paling sering kau bayangkan akan pergi?" ── “Kamu. Bersama sebagian dan seluruhku.”
  • "Sebanyak apa rindu yg sanggup kau jatuhkan?" ── "Jangan coba-coba menghitung tetes hujan."
  • “Kenapa hati yg patah tidak berbunyi?” ── “Karena telingamu sedang tidak ingin mendengar apa-apa.”
  • "Lalu aku berhenti mencintaimu, apa yg akan kau lakukan?" ── "Menghapus kata berhenti."
  • “Kau tahu terkadang ada kata-katamu yg menyakitiku?” ── “Aku mungkin tidak tahu, tapi aku pasti tidak mau.”
  • “Pergi ke mana doa-doa kita yg tidak Tuhan kabulkan?” ── “Kepada amin yg lebih membutuhkan.”
  • “Aku hujan, lalu kau?” ── “Halaman rumah seorang penyuka Petrichor.”
  • "Apa kabar rumahmu?" ── “Beberapa jendela masih dibiarkan terbuka, agar doa lancar keluar masuknya.”
  • “Berapa sendok gula untuk kopi di meja kerjaku hari ini?” ── “Tidak ada. Karena kau tidak suka kopi.”
  • “Sebelum tidur, apakah kau selalu memikirkan aku?” ── “Antara iya dan tidak mungkin tidak.”

Halaman