tidak semua yang saya tulis adalah apa yang saya rasakan

Senin, 30 Desember 2013

Teruntuk, kamu.
Selamat datang, sayang.
Selamat datang di kehidupanku yang belum tertata rapi.
Selamat datang di dalam hatiku yang masih porak-poranda sebab penghuni sebelum kamu.
Selamat datang di dalam pikiranku yang masih menjadi tempat bermain kanak-kanak sehingga aku belum dewasa.
Selamat datang dirutinitas keseharianku yang masih sering saja mengacuhkan kamu.
Selamat datang di sini, sayang. Selamat datang di kehidupanku yang akan aku lalui bersama kamu.
Aku percaya Tuhan mempertemukan kita agar kamu membantuku untuk merapikan kehidupanku.
Aku percaya Tuhan mempertemukan kita agar kamu membantuku membereskan puing-puing sisa keporak-porandaan dalam hatiku.
Aku percaya Tuhan mempertemukan kita agar kamu membantuku membantu kanak-kanak tersebut tumbuh dewasa hingga pikiranku tidak ada pemikiran seperti mereka lagi.
Aku percaya Tuhan mempertemukan kita agar kamu membantuku untuk lebih peduli kepada sekitar terutama kamu di dalam rutinitas keseharianku..
Aku percaya Tuhan, sayang. Aku percaya Ia mempertemukan kita untuk melalui kebahagiaan bersama-sama.
Sabarlah dalam menghadapiku, sayang. Jangan terlalu cepat lelah kemudian kamu menyerah dan membuat kamu melakukan tindakan yang gegabah, meninggalkanku. Tetaplah seperti ini, ada bersamaku entah itu esok, lusa atau nanti.
Selamat datang, sayang. Selamat datang sebagai kebahagiaan yang memang aku nanti.
Yang memutuskan untuk mencari bahagia bersamamu,
Mungkin aku hanya tenggelam dalam dongeng masa depan bersamamu
Aku menemukanmu, kamu membutuhkanku untuk disampingmu, ucapmu
Mungkin aku hanya tenggelam dalam dongeng masa depan bersamamu
Mencintaiku adalah hal termudah yang pernah kamu lakukan, katamu
Mungkin aku hanya tenggelam dalam dongeng masa depan bersamamu
Pelukan pertama kita bagaikan orgasme jiwa katamu dan aku melambung dengan pelukan-pelukan mu setelah itu
Mungkin aku hanya tenggelam dalam dongeng masa depan bersamamu
Aku perkenalkan kamu kepada seluruh anggota keluargaku dengan yakinnya
Mungkin aku hanya tenggelam dalam dongeng masa depan bersamamu
Cincin yang kamu janjikan tak kunjung terpasang di jari manisku
Mungkin aku hanya tenggelam dalam dongeng masa depan bersamamu
Aku dan kamu seperti ada sebuah ikatan ucapmu saat itu
Mungkin aku hanya tenggelam dalam dongeng masa depan bersamamu
Tidak ada yang bisa menggantikanku di hatimu pun sebaliknya
Mungkin aku hanya tenggelam dalam dongeng masa depan bersamamu
Rasaku tidak akan pernah biasa untukmu
Mungkin aku hanya tenggelam dalam dongeng masa depan bersamamu
Aku terlalu yakin dengan semua ucapan, rencana dan khayalan-khayalan bahagiaku bersamamu
Yang nyatanya mungkin Tuhan tidak menginginkannya.
“Talk about our future like we had a clue” – Katy Perry

bukan kita lagi

kita adalah aku dan kamu yang telah saling jatuh cinta bahkan sebelum pertemuan pertama
kita adalah aku dan kamu yang saling kagum dengan kepandaian dari sosok masing-masing
kita adalah aku dan kamu yang tak jarang saling menorehkan luka kemudian membebatnya kembali dengan lilitan kebahagiaan
kita adalah aku dan kamu yang datang dan pergi kemudian masing-masing mencari kembali satu sama lain karena tidak ada yang lain di hati
kita adalah aku dan kamu yang saling membohongi perasaan masing-masing pada akhirnya agar tidak ada yang terjatuh lebih dalam lagi
kita adalah aku yang kelelahan mengejarmu dan kamu yang seolah-olah tidak menginginkanku dan pada akhirnya tidak ada lagi kita.

Rabu, 12 Juni 2013

ASING

10 juni 2013 ada kehidupan baru di hidupku.
terkesan lebay tapi memang begitu adanya, baru kali ini aku pacaran sama cowo super duper sibuk, setiap ada tawaran event di sekolah pasti di terima, emang bagus sih tapi rasanya aneh :| sebelumnya aku ga pernah pacaran sama orang yang super sibuk mangkanya pas ngerasain sekarang asing banget, bukan ngga ngedukung tapi belum biasa aja 180 derajat perbedaan dari mantan terakhirku. yang biasanya everytime bisa sama aku sekarang pacaran sama yang super sibuk :| hahaha

Denganku, jangan lelah berlari. Sekali berhenti akan terasa mati. Berlarilah sekencang kau mampu. Sekencang itu aku akan memperjuangkanmu
Nyatanya, adamu mampu membuat bibirku melengkungkan senyum lagi.
Nyatanya, adamu mampu membuat mataku tidak memancarkan kesedihan lagi.
Nyatanya, adamu mampu membuat telingaku mendengar kata-kata manis lagi.
Nyatanya, adamu mampu membuat hidungku menghirup aroma-aroma kebahagiaan lagi.
Nyatanya, adamu mampu membuat dadaku terasa sesak dengan rindu-rindu yang meluap lagi.
Nyatanya, adamu mampu membuat seluruh inderaku merasakan perasaan dicintai lagi.
Nyatanya, adamu adalah asaku yang dinyatakan keberadaannya oleh Tuhan.
Kamu, apa yang aku yakinkan dapat membuat kata kita menjadi bahagia, meski terkadang sulit bagi kita untuk saling percaya.
Kamu, apa yang aku anggap selalu dapat menumbuhkan suka, meski sebenarnya tak jarang membuat luka.
Kamu, apa yang aku cari dan tak akan pernah kubiarkan pergi.
Kamu, apa yang aku nanti dan tak akan pernah kubiarkan sendiri.
Kamu satu dari sejuta pria yang kelak nanti ketika kita dimakan usia masih akan kudampingi dengan setia.

Minggu, 26 Mei 2013

setelah kepergianmu

Tak ada lagi kamu yang memenuhi kotak inbox di handphone-ku.
Tak ada lagi sapamu sebelum tidur yang membuncah riuh di telingaku. Tak ada lagi
genggaman tanganmu yang menguatkan setiap langkahku. Tak ada lagi pelukanmu yang
meredam segala kecemasan. Tanpamu... semua berbeda dan tak lagi sama.





Aku membuka mata dan berharap hari-hariku berjalan seperti
biasanya, walau tanpamu, walau tak ada kamu yang memenuhi hari-hariku.
Seringkali aku terbiasa melirik ke layar handphone, namun tak ada lagi ucapan
selamat pagi darimu dengan beberapa emote kiss yang memasok energiku. Pagi yang
berbeda. Ada sesuatu yang hilang.




Lalu, aku menjalani semua aktivitasku, seperti biasa, kamu
tentu tahu itu. Dulu, kamu memang selalu mengerti kegiatan dan rutinitasku.
Namun, sekarang tak ada lagi kamu yang berperan aktif dalam siang dan malamku.
Tak ada lagi pesan singkat yang mengingatkan untuk menjaga pola makan ataupun
menjaga kesehatan. Bukan masalah besar memang, aku mandiri dan sangat tahu
hal-hal yang harusnya aku lakukan. Tapi... kamu tentu tahu, tak mudah mengikhlaskan perpisahan.




Rasa ini begitu absurd dan sulit untuk dideskripsikan. Kamu
membawa jiwaku melayang ke negeri antah-berantah, dan mengasingkan aku ke dunia
yang bahkan tak kuketahui. Aku bercermin, memerhatikan setiap lekuk wajahku dan
tubuhku. Aku tak mengenal sosok di dalam cermin itu. Tak ada aku dalam cermin
yang kuperhatikan sejak tadi. Aku berbeda dan tidak lagi mengenal siapa diriku.
Seseorang yang kukenal di dalam tubuhku kini menghilang secara magis setelah
kepergian kamu. Kamu merampas habis cinta yang kupunya, melarikannya ke suatu
tempat yang sulit kujangkau. Entah di mana aku bisa menemukan diriku yang telah
hilang itu. Entah bagaimana caranya mengembalikan sosok yang kukenal itu ke
dalam tubuhku. Aku kebingungan dan kehilangan arah.




Ingin rasanya aku melempari segala macam benda agar bisa
memecahkan cermin itu. Agar aku tak bisa lagi melihat diriku yang tak lagi
kukenal. Agar aku tak perlu menyadari perubahan yang begitu besar terjadi
setelah kehilangan kamu. Aku bisa berhenti memercayai cinta jika terlalu sering
tenggelam dalam rasa frustasi seperti ini. Aku mungkin akan berhenti memercayai
lawan jenis dan segala janji-janji tololnya. Siksaanmu terlalu besar untukku,
aku terlalu lemah untuk merasakan semua rasa sakit yang telah kausebabkan.




Bagaimana mungkin aku bisa menemukan
seseorang yang lebih sempurna jika aku pernah memiliki yang paling sempurna?




Aku benci pada perpisahan. Entah mengapa dalam peristiwa itu
harus ada yang terluka, sementara yang lainnya bisa saja bahagia ataupun
tertawa. Kamu tertawa dan aku terluka. Kita seperti saling menyakiti, tanpa
tahu apa yang patut dibenci. Kita seperti saling memendam dendam, tanpa tahu
apa yang harus dipermasalahkan.




Aku menangis sejadi-jadinya, sedalam-dalamnya, atas dasar
cinta. Kamu tertawa sekeras-kerasnya, sekencang-kencangnya, atas dasar... entah
harus kusebut apa. Aku tak pernah mengerti jalan pikiranmu yang terlampau rumit
itu. Aku merasa sangat kehilangan, sementara kamu dalam hitungan jam telah
menemukan yang baru. Bagaimana mungkin aku harus menyebut semua adalah wujud
kesetiaan? Begitu sulitnya aku melupakanmu, dan begitu mudahnya kamu
melupakanku. Inikah caramu menyakiti seseorang yang tak pantas kaulukai?




Jam berganti hari, dan semua berputar... tetap berotasi. Aku
jalani hidupku, tentu saja tanpa kamu. Kamu lanjutkan hidupmu, tentu saja
dengan dia. Aku tak menyangka, begitu mudahnya kamu menemukan pengganti. Begitu
gampangnya kamu melupakan semua yang telah terjadi. Aku hanya ingin tahu isi
otakmu saja, apa kamu tak pernah memikirkan mendung yang semakin menghitam di
hatiku? Atau... mungkin saja tak punya hati?




Tak banyak hal yang bisa kulakukan, selain mengikhlaskan.
Tak ada hal yang mampu kuperjuangkan, selain membiarkanmu pergi dan tak
berharap kamu menorehkan luka lagi. Aku hanya berusaha menikmati luka, hingga
aku terbiasa dan akan menganggapnya tak ada. Kepergianmu yang tak beralasan,
kehilangan yang begitu menyakitkan, telah menjadi candu yang kunikmati
sakitnya.




Aku mulai suka air mata yang seringkali jatuh untukmu. Aku
mulai menikmati saat-saat napasku sesak ketika mengingatmu. Aku mulai jatuh
cinta pada rasa sakit yang kauciptakan selama ini.




Terima kasih.

Kamis, 09 Mei 2013

Suatu saat nanti, kamu akan tau, siapa yang menyayangimu tanpa menghitung waktu.

“Suatu saat nanti, kamu akan tau, siapa yang menyayangimu tanpa menghitung waktu.”
Aku, berdiri pada pijakanku yang tak bertepi. Aku bukan mengharapkanmu kembali dan memelukku lagi. Beberapa suara memang terdengar sedang mengatakan itu, tapi dalam kesungguhan, bukan aku yang menyuarakannya. Kamu selalu bertanya tentang mengapa aku mempersilakanmu pergi, tentang apakah aku sudah tidak memperdulikanmu lagi, dan tentang mengapa aku tidak menagih sebuah janji. Ketika aku mempersilakanmu pergi, hanya satu hal yang terpikir olehku. Betapa bahagianya kamu nanti, setelah kamu merasakan penyesalan yang mendalam, lalu mempelajari, dan memahaminya. Agar suatu saat nanti, jika kau dipertemukan dengan hal yang sama, kamu tidak lagi mengulanginya. Ini sungguh menyimpang dari kenyataan, tentang kepedulianku terhadapmu yang kau anggap adalah ketidakpedulianku kepadamu. Pernahkah terbayang olehmu, soal sudah berapa banyak waktu yang ku buang untuk mencintaimu disaat aku tidak ingin lagi menghitungnya? Pertanyaan terakhirmu sungguh menggelitik, aku tidak ingin menjawabnya. Janjiku yang mana yang baru aku tepati setelah mendapat tagihan darimu? Sudahlah, nikmati saja ketiadaanku. Ini keputusanmu.
“Saat ini mungkin tidak. Tapi nanti, tentang seringnya aku memelukmu; dulu, akan dengan tiba-tiba menghantuimu. Dan kerinduanmu terhadapku, bermula dari situ.”

Sabtu, 27 April 2013

biarkan sekarang aku mengenangmu sekali lagi. bukan kembali berharap, hanya menghargaimu sebagai yang pernah mengisi hati.
Move on tidak semudah berpura-pura tidak peduli akan tentangmu, sayang.

Tuhan Tau, Tapi Menunggu.: Bagaimana Jika Nanti.



Bagaimana jika nanti, kau atau aku tak lagi saling menunggu kabar, membiarkan debar sebab cemas menghilang dalam ketidakpedulian?
Bagaimana jika nanti, kau atau aku yang tak lagi mau menunggu saat salah satu terlambat datang setelah pergi berjanji akan kembali?
Bagaimana jika nanti, kau atau…
Entah nanti kamu yang bosan kemudian pergi, entah aku yang salah kemudian meninggalkan, percayalah, suatu hari nanti kita akan bersama.
tentang kenangan kita, jangan dilupakan cukup kamu simpan.
aku tidak pernah meminta banyak, hanya jangan sedikitpun dari rasa dan hidupmu, aku kau depak.
Apa yang lebih menyakitkan daripada ditinggalkan tanpa alasan? Dianggap tidak pantas mendampinginya.
laki-lakiku , jangan terburu-buru, Tuhan lebih ahli soal hati. Aku bukan tidak cinta, tapi aku hanya masih ingin bermain.

pacaran? saya lupa seperti apa itu rasanya.

Pacaran? seperti apa rasanya pacaran? setauku pacaran hanya menghabiskan waktu yang berharga bagi saya. banyak sekali waktu yang terbuang hanya untuk berpacaran. ya awalnya memang sangat manis, tetapi jika sudah lama itu pahit, seperti halnya memakan  permen karet manis di awal ya kalau sudah lama pasti pahit. pacaran, menurutku hanya membuat menangis, segala sulit di lakukan, tidak bisa melakukan hal sesuka kamu. karena kamu menjaga hati pasanganmu, untuk apa menjaga perasaan pasanganmu kalau perasaan kamu saja belum bisa kamu jaga, pacaran hanya makan hati, banyak sekali cemburu, salah paham, dan lain sebagainya.
ntah mengapa terakhir aku berpacaran hasrat ingin berpacaran lagi tidak ada, ya walau mungkin merasa sepi.
tetapi jika kamu dekat dengan teman-temanmu, mungkin rasa sepi itu akan hilang, kamu akan merasakan arti kebebasan, tanpa khawatir akan ada yang menunggumu  dan marah di sms/bbm saat kamu dengan teman-temanmu.
sebenarnya banyak hal yang bisa kamu lakukan, tanpa harus berpacaran. mungkin berteman menurutku itu lebih baik. tak perlu mengkhawatirkan akan ada yang marah atau pun cemburu.
haha rasanya aku aneh sekali melihat seorang temanku menangis di kelas karena bertengkar dengan kekasihnya, aku berfikir " mengapa harus menangis? dan betapa bodohnya aku dulu saat berpacaran sering menangisi laki-laki itu" untuk apa aku menangisi dia? sepertinya tidak ada gunanya. aku tertawa dan berkata dulu ini aku bodoh, mengapa aku harus berpacaran? tidak pacaran tidak akan membuat saya mati, buktinya sampai saat ini saya masih bisa hidup :D
dan saya lupa rasanya berpacaran seperti apa, mungkin suatu saat nanti saat aku menikah aku akan berpacaran lagi dengan suamiku yang sudah menjadi muhrim :D saat ini aku ingin menghabiskan waktuku untuk kebebasanku, menikmati masa remajaku. untuk pacaran? hmm... pikir 200x kali deh :D
Allah menciptakan makhluknya berpasangan kok, jadi tunggu aja sampai hari itu datang, saat ini ayo nikmati masa kebebasanmu dan remajamu :))

with love, Virda Mega Andani cielah haha ♥  

Kamis, 18 April 2013

jika tak sanggup kau ingat. setidaknya, aku tak ingin menjadi hal yang membuatmu ingin untuk lupa.
kamu bagaikan pagi, di mana aku selalu memulai hidupku lagi
kamu bagaikan siang, di mana aku selalu menemukan terang
kamu bagaikan malam, di mana aku selalu merasa tenang sekalipun dalam diam

sajak sederhana untukmu penyemangat hariku

ini hanya sajak sederhana, sajak untuk kamu.
tanpa sadar kau membuat rasaku berlipat bukan dengan ucapan atau bukan romantis, tetapi dengan perhatian, meski ragamu jauh justru membuatku ingin mendekat terus mendekat, hingga ingin rasanya aku menghentikan  waktu untuk sementara hingga tak ada hari esok. canda,tawa dan kehangatan yang kita bagi menyingkirkan rindu yang tlah lama bersama.begitu hebatnya kamu, dimana pun aku, sedang apa pun aku kamu selalu ada. buktinya saat kita jauh aku selalu mengingatmu, ku sebut namamu penyemangat hariku :)

Rabu, 17 April 2013

Aku anggap kamu pelepas lelah,
kamu yang menganggap aku penambah lelah
Aku anggap kamu pelepas luka,
kamu yang menganggap aku penambah duka
Aku anggap kamu pelepas pilu,
kamu yang menganggap aku penambah kelu
Aku anggap kamu pelepas gundah,
kamu yang menganggap aku penambah kesah
Aku yang mencintaimu setengah mati dan kamu yang tak inginkan adaku walau hanya satu kali

Senin, 01 April 2013

Dalam hitam kelap malam
Kuberdiri melawan sepi
Di sini di pantai ini
Telah terkubur sejuta kenangan
Dihempas keras gelombang
Dan tertimbun batu karang
Yang tak kan mungkin dapat terulang
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Wajah putih pusat pasi
Tergores luka di hati
Matamu membuka kisah
Kasih asmara yang telah ternoda
Hapuskan semua khayalan
Lenyapkan satu harapan
Kemana lagi harus mencari
Kau sandarkan sejenak beban diri
Kau taburkan benih kasih
Hanyalah emosi
Melambung jauh terbang tinggi
Bersama mimpi
Terlelap dalam lautan emosi
Setelah aku sadar diri
Kau tlah jauh pergi
Tinggalkan mimpi yang tiada bertepi
Kini hanya rasa rindu
Merasuk di dada
Serasa sumpah melayang pergi
Terbawa arus kasih membara
aku pernah mencoba untuk kembali, tapi semuanya sia-sia. aku tidak pernah menyesalkan itu semua, karena jika aku tidak mencoba mungkin aku tidak pernah tau.
aku selalu berusaha, tapi itu juga sia-sia. aku hanya berharap Allah membalas segala usahaku, namun apalah yang terjadi, manusia hanya bisa berusaha dan Allah yang menentukan. mungkin ada cara yang lebih indah untuk aku.

Perjalanan hidup saya masih panjang

ntahlah apa yang terjadi dalam diri saya saat ini, untuk maju saya masih teringat oleh masa lalu saya. berbagai cara telah dilakukan untuk melupakan masa lalu saya, tapi yang terjadi kini menjadi-jadi.
saat ini saya malah takut dengan laki-laki, sebenarnya masih banyak laki-laki yang jauh dan sangat jauh lebih baik darinya, rasa suka mungkin pasti ada, tapi itu hanya sesaat untuk cinta saya masih belum siap untuk merasakan sakit hati yang kesekian kalinya.
terkadang aku berfikir untuk kembali dan menunggumu tetapi kembali dan menunggu  bukannya jalan keluar, mungkin memang ini jalannya, mungkin perpisahan adalah jalan terbaik untuk saya dan dirinya.  tapi mengapa
Segala yang saya lihat selalu berorientasi pada sosokmu. Saya benci mengetahui bahwa kamu sulit dilupakan. menunggu hanya menjadi hal yang sia-sia, atau kembali pun mungkin hanya menyiksa kamu karena adanya saya di kehidupanmu kembali.
apa yang harus saya lakukan? hanya menikmati hidup, tak usah di ambil pusing mungkin saat ini kehidupan saya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, rasa penyesalan pasti ada, tapi penyesalan bukan alasan saya tidak bangkit, saya harus bangkit dan saya harus membuktikan bahwa saya bisa.perjalanan hidup saya masih panjang, tidak mungkin perjalanan hidup saya mogok hanya karena laki-laki.
sebaiknya saya melupakan semua yang pernah terjadi di dua tahun kebelakang dan menatap masa depan saya. selamat tinggal, semoga 7tahun kedepan kita bertemu lagi dengan cita-cita dan impian yang telah terwujud. amin x)

Selasa, 05 Maret 2013

KECEMBURUAN VS KETIDAK PEDULIAN


28 JANUARI 2013 ya, tanggal itu masih aku ingat dan mungkn itu kenangan buruk di dalamnya,  satu bulan sebelum tanggal itu aku sudah merasakan hal yang aneh darimu, ntah apa aku tdak bisa menjelaskannya, aku merindukan kamu yang dulu, yang selalu memanjakanku, selalu menanggap aku ada dan selalu membuat aku merasa berart tapi itu dulu dan sekarang ya sekarang tapi apa yang aku rasakan saat itu sangat pait, apa lagi sejak kamu menyukai seseorang di salah satu idol group Indonesia.


Aku terasa terasingkan, mungkn itu perasaan aku saja tapi selama aku bersamamu hanya saat itu saja aku merasa terasingkan, apakah aku cemburu yang berlebih? Ntahlah aku saja tidak mengerti perasaan aku sendiri. Terkadang aku ingin marah ingin kamu tahu tapi itu sulit, aku belajar untuk memendam perasaan ini, terkadang aku mengungkapkannya tetapi responmu tidak merubah keadaan. 


Terlebih lama aku memendam perasaanku mulai kabur, terkadang aku masa bodo karna sikapmu tak acuh kepadaku, terkadang aku tidak peduli apa yang kamu lakukan karena jika aku larang semua hanya percuma, terkadang aku mempuyai rasa takut yang berlebih dan cemburu yang luar biasa. Aku masih tidak mengerti perasaanku sampai saat ini.


Terkadang aku bertanya-tanya apakah sikapku berlebihan? Aku tidak bisa menilainya tapi itu wujud rasa sayangku terhadapmu mungkin terlalu berlebihan tapi itu wujud rasa sayangku.  Aku selalu bertanya-tanya kepada diriku sendiri apa yang kurang dariku? Apakah sikapku egois?  Rasa berlebihku mungkin  itu hanya untuk saat ini, karena aku belum terbiasa dengan kamu menyukai seorang member idol group. Suatu saat aku mungkin terbiasa.


Tetapi saat aku mencoba  ternyata itu  sulit, aku lebih melempiaskannya dengan tangis, bukan karena cengeng atau apa tetapi, selalu ada asa untuk mundur mungkin jika aku mundur kamu tidak akan risih akan aku yang selalu cerewet dan protes, aku juga terkadang merasa bersalah jika  aku selalu berlebihan.  Tetapi mundur bukan jalan keluarnya, aku coba untuk terbiasa, tetapi mengapa sikapmu malah semakin memburuk? Di beri hati meminta jantung, aku semakin terbuang mungkin saat bertemu kamu seperti benar sayang terhadapku tetapi setelah selesa bertemu kamu seperti it lagi.



Itu yang selalu membuat aku putus asa. Yang sering terlupakan itu anniversary, memang itu hal yang tidak penting  dan mungkin tak berarti untukmu lagi, kamu selalu lupa tanggal itu, pedahal sudah hampir 19bulan tetapi mengapa kamu masih sering lupa? Kamu lebih mengingat jadwal performance idol group itu terkadang selalu kecewa, memang manusia itu tdak luput dari lupa tetapi mengapa selalu seperti ini?


31 DESEMBER 2012 hai, kamu ingat tanggal itu? Aku menungkapkan bahwa perasaanku terhadapmu hambar, kamu berjanji apa sayang? Kamu akan berbubah seperti dulu? Hahaha aku selalu ingat itu, aku tidak meminta tapi jika kamu seperti itu aku bahagia sekali, tanggal 1 januari 2013 aku melhat bio mu, itu membuat tangis bahagia, selama ini aku berfikir kamu malu mempunyai hubungan special denganku. Itu mengejutkanku.


 14 JANUARI 2013, ya tanggal itu kamu berubah hanya dalam waktu 2 minggu, terimakasih, itu sudah lebih dari cukup. Sikapmu kembali berubah kea rah yang tidak aku kenal kembali, aku bingung harus berbuat apa sampai akhirnya aku benar-benar pasrah. Pada tanggal 28 januari 2013 kami berdebat
 hebat aku sudah tidak bisa memendam perasaanku sendiri sehingga aku meluapkannya, mungkin aku egois tapi aku seperti ini karenamu!


Sekarang tanggal  28 febuari, sudah satu bulan aku dan kamu menjalani hari-hari masing-masing mungkin ini bisa membuatmu lega, tidak merasa risih lagi dengan keberadaanku. Aku sering kali merindukanmu, terkadang aku mengatakannya kepadamu dan terkadang cukup aku posting di twitter dan terkadang aku lebih sering memendamnya.


Satu minggu sebelum tanggal 28 mama menanyakanmu, aku hanya menjawab dia sedang sibuk dengan tugas sekolahnya, kalau ada waktu untuk bertemu pasti bertemu. Aku hanya bisa menjawab seperti itu, mukaku sudah merah dan tidak bisa menahan tangis aku segera masuk kamar dan memcoba mengetik sms dan mengirimnya kepadamu, tetapi sampai saat ini aku belum aku kirim. Aku takut kamu risih.
Ini cukup membuat aku merasa sepi, tetapi itu yang membuatmu bahagia terkadang aku mencari kesibukan sendiri untuk melupakanmu, terkadang selalu terlintas banyangmu. Apa lagi saat membaca capture chat kamu dan aku, rasanya lucu dan mengelitik, banyak janji yang kamu berikan tetapi  itu hanya janji, janji itu hanya pelengkap dan sudah menjadi lalapan.


Terkadang aku tersenyum, dan berkata dulu itu indah sebelum adanya dia, tetapi sekarang berubah apa boleh buat aku bukan siapa-siapa. Tugasku mungkin sekarang melupakan,karena menunggu sudah tidak mungkin, aku sudah menunggumu satu bulan untuk kembali dan meminta maaf tetapi itu hanya anganku saja, mungkin melupakan adalah yang terbaik tetapi melupakan itu sulit. Lupa mungkin tidak bisa tapi aku akan berusaha tidak mengusik kehidupanmu yang jauh lebih bahagia tanpa aku di dalamnya, terimakasih atas semuanya, maafkan atas sikap aku yang egois. Suatu saat kita pasti bertemu lagi. 


kecemburuan dan tingkat kegoisan yang berlebih bisa menjadi hal yang merusak hubungan, perkara kecil bisa menjadi besar, ntahlah mungkin jika keduanya bisa saling mengerti tidak akan seperti ini, dan mungkin ini yang terbaik.


"Ku pejamkan mata ini, mencoba tuk melupakan segala kenangan indah tentang dirimu tentang mimpku semakin aku mencoba bayangmu semakin nyata merasuk hingga kejiwa tuhan tolong lah diriku, ntah dimana dirimu berada, hampa terasa hidupku tanpa dirimu. Apakah disana, kau rindukan aku? Seperti diriku yang selalu merindukanmu.
Tak bisa aku ingkari engkaulah satu-satunya yang bisa membuat jiwaku yang pernah mati menjadi lebih berarti. Namun kau menghilang bagaikan di telan bumi, tak pernahkah kau sadari arti cintamu untukku?" -ari laso" 









Sabtu, 23 Februari 2013

dont you remember - adele

tau lagu adele yang don't you remember kan? liriknya menyentuh banget :') #alay 

When will I see you again?
Kapan aku akan bertemu denganmu lagi?
You left with no goodbye, not a single word was said,
Kau pergi tanpa ucapkan selamat tinggal, tanpa sepatah katapun
No final kiss to seal any seams,
Tanpa kecupan terakhir 'tuk akhiri kebersamaan
I had no idea of the state we were in,
Aku tak tahu apa yang terjadi di antara kita

I know I have a fickle heart and bitterness,
Aku tahu hatiku plin-plan dan tak menyenangkan
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
Dan mataku tak mau diam, dan kepalaku penuh masalah


But don't you remember?
Tapi tak ingatkan kau?
Don't you remember?
Tak ingatkah kau?
The reason you loved me before
Alasanmu dulu mencintaiku
Baby, please remember me once more,
Kasih, ingatlah aku sekali lagi

When was the last time you thought of me?
Kapan terakhir kali kau memikirkanku?
Or have you completely erased me from your memory?
Ataukah kau telah sepenuhnya menghapusku dari ingatanmu?
I often think about where I went wrong
Sering kuberpikir dimanakah salahku
The more I do, the less I know,
Semakin banyak yang kulakukan, semakin sedikit yang kutahu

But I know I have a fickle heart and bitterness,
Namun aku tahu hatiku plin-plan dan tak menyenangkan
And a wandering eye, and a heaviness in my head,
Dan mataku tak mau diam, dan kepalaku penuh masalah



Gave you the space so you could breathe,
Kuberi kau ruang agar kau bisa bernafas
I kept my distance so you would be free,
Kumenjauh agar kau bisa bebas
And hope that you find the missing piece,
Dan kuberharap kau kan temukan kepingan yang hilang itu
To bring you back to me,
Yang kan membawamu kembali padaku



When will I see you again?
Kapan aku akan bertemu denganmu lagi?

Rabu, 20 Februari 2013

sekolah baru pacar baru yihi :p

hai, bosen nih ngulas tentang ke galau-an mulu, mau ngulas tentang pertemuan pertama sampai akhir nih :D
Aku lupa bulan itu bulan apa, tapi disitu aku lagi ikut test seleksi masuk SMA favorite di wilayah sukabumi, hari itu hari pertama seleksi dan jam pertama itu pelajaran matematika, jujur aja sih aku kurang paham sama matematika, disitu aku lagi nanya ke temen yang namanya desi soalnya dia pintar dalam perlajaran tersebut.
ruangan tes ku sebelahan dengan lapangan sekolah, pas aku lirik ke lapangan, oh God!! pria itu ganteng banget #cie #tsah #lebay haha sorry sorry, ya menurutku sih ganteng muehehe. yap ;lanjut!
jadi gini, flashback dulu ya, aku punya temen ya namanya silmi dia punya mantan yang aku bilang ganteng itu cie elah firda :3 haha sebelumnya aku pernah liat album foto itu cowo, dia pake tas sama kaya pas tes, ya mungkin tas bisa sama tapi aseli itu mirip sama yang di foto. aku sih udah feeling itu mantan temanku yap! ternyata benar, sepulang tes aku langsung bilang ke silmi gini :
aku : " mi, tadi gue liat yang namanya ***u itu pas tes"
silmi : " iya? kaya gimana ? "
aku : " aseli ganteng mi, nyesel lu udah mutusin "
silmi : " iya masa, ikut sms coba vir"
aku : *ngasihin hp*
nah dia kan ngesms si itu cowo ya, ya kalau beres ngesms pasti ada recently used ( nomer terakhir pakai).
pas aku udah pulang itu cowo baru ngebales itu sms yaudah jadi aku lanjut deh smsan sama dia =D
nah hari kedua aku ketemu lagi sama dia, dia gatau aku sih =D
pokoknya singkat cerita pengumuman penerimaan siswa baru itu di umumkan lewat website, sumpah deg-degan aku sih emang engga minat sekolah disitu itu cuma ikutin kata orangtua, pas aku liat
Nama : FIRDA MEGA ANDANI
No perserta : xxxxxxxx
               DITERIMA
seneng banget disitu langsung peluk papa, haha pengen nangis iya seneng iya. terima kasih ya Allah usahku tidak sia-sia.
aku disitu langsung sms dia dan nanya di terima ga? dia jawab allhamdulillah keterima, dalem hati " yes, yes, yes bisa liat tiap hari =D " #apasih
setelah itu ada pengumuman buat psikotest ke sekolah, aku pergi dengan semangat #cieelah abis itu ada temen aku seruangan sama dia, selesai psikotest dia bilang gini " aku seruangan sama cowo, ganteng haha alisnya tebel " dalem hati wah kayanya itu dia deh -_- aku cuma bisa bales senyum. terus selesai test psikotest kita keluar bareng-bareng dan temen aku bilang " nah itu vir " aku bilang " tuh kan bener dia " temen ku nanya " kenapa" aku : gapapa hehe :D *mukabego*

sampai saat itu dia gak tau aku yang mana, tapi pas MASA ORIENTASI SISWA dia tau aku yang mana karna di panggil satu-satu sumpah malu :3 pas pulang dari sekolah dia ngesms aku " aku sekarangtau kamu yang mana haha "
disitu aku langsung engga pd, tapi yaudahlah :D singkat cerita aku jadi lebih sering smsan sama dia, dia juga pernah marah karna temen dia sering ngedeketin aku mulu haha lucu ya :p
awal mos aku kesiangan dan di hukum -_- dia juga ternyata kesiangan tambah malu jadinya :3
pas mos dia sering nanya tebakan dari osis ya kalau aku tau aku kasih tau tapi kalau engga ya engga, tpi dia pelit sendiri giliran aku nanya dia ga jawab -_-
oh ya, kelasku masuk competitive class / X2 , kalau dia apa ya aku lupa -_- yang jelas dia X6 haha cocok ya, dia ulangtahun tanggal 6 dan aku tanggal 2 :p oh ya lagi, kelas mos ku kebagian jadi super hero, kalau kelas dia coboy :D
tau ga? haha dia pake kemeja merah sumpah ganteng aaaaaaaaaa aku suka ♥
aku langsung bilang ke dia kalau tadi pas pake kemeja dia ganteng wuuuuuu (♥.♥)
oh ya aku inget dia tuh bikin simbol gitu nama aku haha seneng #alaybangetsihgue -_-
terakhir mos itu hiking, ternyata dia cowonya sendiri, kan pas hiking ada adengan extreme ya :3 aku kira sih dia anaknya manja gitu, tapi emang iya kayanya manja haha piss :p  ngasih gift ke kaka kelas aku ngasih 3 gift :D pas ngasih gift temen dia ngedeketin aku dan pas dia marah gitu haha.
selesai mos, hari senin udah pake seragam putih abu dong B-)
haha aku sama temen-temen dengan bangganya pake seragam putih abu #alay
ya pokoknya selama sekolah itu jadi sering smsan, nah pas tanggal 22072011 #cihuy haha
disitu hari jum'at dimana kelasku kebagian olahraga, dia nungguin aku dan tiba-tiba #jengjeng haha cie nyatain perasaannya :3 sebelumnya sih emang pernah nyatain di sms tapi aku bilang langsung dong ngomongnya dia jawab " oke " dalem hati wiih wkwk
kata-katanya sebutin jangan nih? jangan yah nanti gue jadi alay haha =D
nah, kebetulan tanggal 31july  tuh bulan puasa, karna libur kan kangen gitu ya :3 jadi ketemu deh :D mikir lama tuh main kemana dapet deh jawbannya ke sukabumi hihi :p aku sih engga puasa karna lagi halangan, abis itu aku main basket sama dia dan aku menang :p dia payah yah =D
singkat cerita aku di beliin boneka sama dia =D haha seneng iya tapi malu iya, dia bilang " jadikan kalau kita putus ada kenang-kenangan dari aku" dalem hati mikir "yah udah ngomongin putus aja" -_-
ya di terima deh tuh boneka haha, tanggal 6 agustusdia ulangtahun dari jauh hari aku udah nanya ketemen ngasih apa kalau buat cowo ya aku coba beli jam tangan ya harganya emangnya mahal tapi usahku itu yang sulit :3 aku juga ga bisa bungkus kado sampai akhirnya aku berangkat deh nyari itu kado dan bungkus di rumah. nah pas hari H nya, aku minta di anterin pulang sama dia, tapi pengen jalan kaki dari sekolah sampe dago. haha bulan puasa panas pula :p sukurin aku kerjain :p aku ga berani ngasih kado langsung jadi aku titipin ke ranu, ranu itu sodaraku, ranu sekelas sama dia. singkat cerita,

beres lebaran kalau engga salah   dia main kerumah aku :D haha dia turunya kelewatan :p
aku ajak muter deh dia bodomate :p aku kenalin ke mama, ya untungnya mama engga ngomel malah mama bilang suka :D soalnya anaknya sopan sama pendiem katanya mama juga ganteng #uhuk

nah pas bulan puasa aku sering buka puasa bersama dia, aku ajak dia ke bogor dan gak dapet tempat #tetot :3 seiring berjalannya waktu jadi sering deh ke bogor :D film kungfu panda 3D itu..... haha bekesan :3
nah, setelah masuk sekolah aku sering berdua, istirahat berdua pulang berdua ya pokoknya berdua, sampe-sampe bayar spp berdua, dia malah lewat tengah dimana kelas 12 ipa ips disitu, semua pada bilang " cie " ya tuhan malu sekali :3
setiap pulang sekolah ya pasti makan dulu di dago ya walau ga setiap hari tapi sering, pernah sih di karang tengah namanya mie batok suer itu tempat aneh aku juga bilang ke dia
aku : kamu sih malah kesini
dia : atuh biarin kan nyobain
aku : -_-
setiap pulang sekolah pasti di anterin sampe cibadak kadang aku minta anterin sampe rumah =D kadang mau kadang engga :p
sering terjadi konflik aku sama dia, tapi aku seneng :D
pas ulangtahun sekolah aku jaga stand dan pakai kebaya + make up dia bilang aku cantik tapi suer aku engga pd pake pakaian seperti itu di tambah make up yang membuat aku risih.
aku foto bareng deh :p

singkat cerita, 3bulan perjalanan kisah cintaku #alay berakhir di awal bulan november :D terjadi konflik yang sangat hebat ya meski belum "putus" tapi komunikasi sulit di dapat, sampai akhirnya kita berpisah dan kembali lagi di bulan desember dan kemudian pisah lagi, dan kami di pertemukan di bulan oktober tanggal 7 2012 kami menjalin kasih kembali, walau banyak perbedaan yang sering muncul sekarang tp aku masih tetap senang bisa bertemu lagi, memang tidak seperti dulu tapi ah sudahlah :) terimakasih selama ini telah bersabar atas keegoisanku.
Ik hou van je voor wat het is :*



terimakasih boneka beruang pertamaku, dan boneka babi keduaku ♥



oh ya, laki-laki itu bernama dwndr ☺





Minggu, 17 Februari 2013

aku yang memperjuangkan, kamu yang mengabaikan :)

Setiap orang punya kisahnya masing-masing. Dalam kisahnya, ia harus berjuang, berdiam dan menunggu  pun juga adalah bagian dari perjuangan. Menunggu. Itulah yang selama ini kulakukan, sebagai wujud dari perasaanku yang entah mengapa masih ingin memperjuangkanmu.




Aku tahu, setiap malamku selalu kuisi dengan kenangan dan ingatan. Kenyataan yang harus kuterima, kautak ada di sampingku, entah untuk menenangkan sedihku dan merangkul kesepianku. Dengan sikapmu yang tidak peka seperti itu, mengapa aku masih ingin memperjuangku? Aku tak tahu, jadi jangan tanyakan padaku mengapa aku juga bisa mencintaimu dengan cinta yang tak benar-benar kupahami.




Ketika suaramu mengalir di ujung telepon, ada perasaan rindu yang tidak benar-benar aku ungkapkan. Rindu yang kudiamkan, terlalu sibuk dalam penantian hingga berakhir pada air mata. Apakah kautahu hal itu? Tentu tidak, kautidak memedulikanku sedalam aku memedulikanmu. Tak ada cinta di matamu, sedalam cinta yang kupunya. Tapi, dengan kebutaan dan kebisuan yang kupunya, aku masih ingin mempertahankan "kita" yang sebenarnya membuahkan sakit bagiku.




Kekhawatiranku, yang tak pernah kuceritakan padamu, tentu tak pernah kaupikirkan. Doaku yang kusebutkan tentu tak seperti doa yang selalu kamu ucapkan. Perbedaan ini sungguh membuatku seakan tak mengerti apa-apa. Ketakutanku membungkam segalanya. Apakah kamu pantas diperjuangkan sejauh ini? Akankah kebersamaan kita punya akhir bahagia?




Aku takut.... aku takut dengan banyak hal yang diam-diam menyerang kita dari belakang. Kebersamaan kita, yang memang tak berjalan dengan mudah ini cukup membuatku lelah. Aku ingin berhenti memperjuangkanmu. Aku lelah dihantui kabut hitam yang menodai pencarianku selama ini. Aku inginkan matahari, bukan mendung seperti ini.




Di mana kamu ketika aku inginkan kamu di sini? Ke mana larinya kamu ketika aku berjuang untuk satu-satunya mahluk yang kupikir bisa memberiku kebahagiaan nyata? Seringkali kumaafkan ketidakhadiranmu, seringkali kumaklumi kesalahanmu, dan selalu kuberikan senyum terbaik ketika sesungguhnya aku ingin menangis.




Ini semua perjuangaku untuk mempertahanmu, apakah sudah cukup menghilangkan ketidakpekaanmu? Inilah perjuanganku, yang selama ini selalu kauabaikan. Apakah hatimu sedikit tersentuh, hingga kauingin datang dan membawaku pulang?

Selasa, 12 Februari 2013

Aku akan sabar menunggumu kembali. Menjadikanku seorang yang benar istimewa di hatimu.

kenangan

Malam ini, semua tampak lebih berwarna. Aku sudah melakukan banyak hal sendirian, melatih kemandirian. Mungkin, kamu akan terkejut melihat perubahanku, kamu akan menggeleng lebih lama sambil mengamati gerak-gerikku, aku sudah berbeda sekarang. Atau kalau boleh dibilang, bukan hanya aku, kamu juga berbeda sekarang. Seiring waktu berjalan, semua berubah tanpa persetujuan kita. Tiba-tiba saja aku sudah menjadi seperti ini dan kamu sudah tak lagi di sini.





Akhirnya, ya memang akhirnya, karena tak ada lagi yang akan terulang. Hari-hari yang dulu aku dan kamu lalui seperti gelembung basah yang sangat mudah pecah. Realita berbicara lebih banyak, sementara aku dilarang untuk bermimpi terlalu jauh, apalagi mengharap semua yang telah terjadi bisa terulang kembali. Jika dulu kita begitu manis, entah mengapa sekarang berubah jadi miris. Memang hanya persepsiku saja yang melebih-lebihkan segalanya, mengingat perpisahan kita terjadi tanpa sebab, sulit ditebak, sampai aku muak mencari-cari yang kurasa tak pernah hilang.




Begitu banyak mimpi yang ingin kita wujudkan, kita ceritakan dengan sangat rapi dalam setiap bisikan malam, adakah peristiwa itu tersimpan dalam ingatanmu? Aku berusaha menerima, kita semakin dewasa dan semakin berubah dan segala. Tapi, salahkah jika kuinginkan kamu duduk di sini, mendekapku sebentar dan kembali menceritakan mimpi-mimpi kita yang lebih dulu rapuh sebelum sempat terwujudkan?




Aku sudah berusaha untuk bernapas tanpamu, nampaknya semua berhasil dan berjalan dengan baik-baik saja. Tapi, di luar dugaanku, setiap malam-malam begini, kamu sering kembali dalam ingatan, berkeliaran. Pikiranku masih ingin menjadikanmu sebagai topik utama, dan hatiku masih mau membiarkanmu berdiam lama-lama di sana. Aneh memang jika aku sering memikirkan kamu yang tak pernah memikirkanku. Menyakitkan memang jika harus terus mendewakan kenangan hanya karena masa lalu terlalu kuat untuk dihancurkan.




Beginilah kita sekarang,  Tak lagi saling bersapa, tak lagi saling bertukar kabar. Semua seperti dulu, ketika kita tak saling mengenal, segalanya terasa asing. Kosong. Apapun yang kita lakukan dulu seperti terhapus begitu saja oleh masa, hari berganti minggu, minggu segera beranjak menuju bulan, sejak saat itu juga jantung kita tak lagi mendenyutkan rasa yang sama. 




Dengarkan aku, Inilah kita yang sekarang, berusaha melupakan yang disebut kenangan. Berusaha melawan ketakutan yang disebabkan perpisahan. Siapapun yang lebih dulu melupakan tak menjamin semua akan benar-benar hilang. 



Sejak kamu tak lagi di sini

Ini bukan yang pertama, duduk sendirian dan memerhatikan beberapa tulisan berlalu-lalang. Setiap abjad yang tersusun dalam kata terangkai menjadi kalimat, dan entah mengapa sosokmu selalu berada di sana, berdiam dalam tulisan yang sebenarnya enggan aku baca dan kudefinisikan lagi. Ini bukan yang baru bagiku, duduk berjam-jam tanpa merasakan hangatnya perhatianmu melalui pesan singkat. Kekosangan dan kehampaan sudah berganti-ganti wajah sejak tadi, namun aku tetap menunduk, mencoba tak memedulikan keadaan. Karena jika aku terlalu terbawa emosi, aku bisa mati iseng sendiri.




Tentu saja, kamu tak merasakan apa yang kurasakan, juga tak memiliki rindu yang tersimpan rapat-rapat. Aku sengaja menyembunyikan perasaan itu, agar kita tak lagi saling menganggu. Bukankah dengan berjauhan seperti ini, semua terasa jadi lebih berarti? Seakan-akan aku tak pernah peduli, seakan-akan aku tak mau tahu, seakan-akan aku tak miliki rasa perhatian. Bagiku, sudah cukup seperti ini, cukup aku dan kamu, tanpa kita.




Kali ini, aku tak akan menjelaskan tentang kesepian, atau bercerita tentang banyak hal yang mungkin saja sulit kaupahami. Karena aku sudah tahu, kamu sangat sulit diajak basa-basi, apalagi jika berbicara soal cinta mati. Aku yakin, kamu akan menutup telinga dan membesarkan volume lagu-lagu yang bernyanyi bahkan tanpa lirik yang tak bisa kauterjemahkan sendiri. Aku tidak akan tega membebanimu dengan cerita-cerita absurd yang selalu kaubenci. Seperti dulu, saat aku bicara cinta, kau malah tertawa. Seperti saat kita masih bersama, aku berkata rindu, namun kautulikan telinga.




Hanya cerita sederhana yang mungkin tak ingin kaudengar sebagai pengantar tidurmu. Kamu tak suka jika kuceritakan tentang air mata bukan? Bagaimana kalau kualihkan air mata menjadi senyum pura-pura? Tentu saja, kau tak akan melihatnya, sejauh yang kutahu; kamu tidak peka. Dan, mungkin saja sifat burukmu masih sama, walaupun kita sudah lama berpisah dan sudah lama tak saling bertatap mata.




Entah mengapa, akhir-akhir ini sepi sekali. Aku seperti berbisik dan mendengar suaraku sendiri. Namun, aku masih saja heran, dalam gelapnya malam ternyata ada banyak cerita yang sempat terlewatkan. Ini tentang kita. Ah... sekarang kamu pasti sedang membuang muka, tak ingin membuka luka lama. Aku pun juga begitu, tak ingin menyentuh bayang-bayangmu yang semakin samar-samar, tak ingin mereka-reka senyummu yang tidak lagi seindah dulu.




Kalau boleh aku jujur, kata "dulu" begitu akrab di otak, pikiran, dan telingaku. Seperti ada sesuatu yang terjadi, sangat dekat, sangat mendalam, sampai-sampai tak mampu terhapus begitu saja oleh angkuhnya waktu dan jarak. Sudah kesekian kali, aku diam-diam menyebut namamu dalam sepi, dan membiarkan kenangan terbang mengikuti gelitik manja angin; tertiup jauh namun mungkin akan kembali.




Wajah baruku bisa kaulihat sendiri, terlihat lebih baik dan lebih hangat daripada saat awal perpisahan kita. Bicara tentang perpisahan, benarkah kita memang telah berpisah? Benarkah kita sudah saling melupakan? Jika memang ada kata "saling", tapi mengapa hatiku masih ingin terus mengikatmu? Dan, mengapa hingga saat ini kamu tak benar-benar menjauh? Kadang, jarak tak menjadi alasan untuk kita saling berbagi. Dalam serba ketidakjelasan, aku dan kamu masih saja menjalani... menjalani sesuatu yang tak tahu harus disebut apa. Tapi, katamu, masih ada rasa nyaman ketika kita kembali berdekatan. Terlalu tololkah jika kusebut belahan jiwa? Keterikatan aku dan kamu tak ada dalam status, tapi jiwa kita, napas kita, kerinduan kita; miliki denyut dan detak yang sama.




Tidak usah dibawa serius, hanya beberapa rangkaian paragraf bodoh untuk menemani rasa sepi yang sudah lama sekali datang menghantui. Sejak kamu tak lagi di sini, sejak aku dan kamu memilih jalan sendiri-sendiri, aku malah sering main dengan sepi, sulit untuk dipungkiri. 


ingat pertemuan terakhir kita dulu? 


Tatapanmu terlihat semakin serius, semakin dalam, dan kamu berucap pelan-pelan. Iya, saat itu aku dan kamu menjadi kita. Indah. Tapi, masa lalu, dulu. Sudah kubilang dari awal kan, "dulu" itu memang menyenangkan.



Aku masih merindukanmu.

PERPISAHAN


Perpisahan itu ...


"Aku masih merasakan udara yang sama. Masih berdiam ditempat yang sama. Tapi yang kurasakan tak lagi sama, kesunyiaan ini bernama tanpamu."




Sebenarnya, aku tidak pernah ingin semuanya berakhir. Saat semua terancang dengan hebat dan sempurna, saat perhatian-perhatian kecil itu menjelma menjadi candu rindu yang menancapkan getar-getar bahagia. Tapi, bukankah prediksi manusia selalu terbatas? Aku tidak bisa terus menahan dan mengubah sesuatu yang mungkin memang harus terjadi. Perpisahan harus terjadi, untuk pertemuan awal yang pasti akan memunculkan perasaan bahagia itu lagi.




Tidak dipungkiri dan aku tak harus menyangkal diri, bahwa selama rentan waktu tanpamu, aku merasa ada sesuatu yang hilang. Ketika pagi, kamu menyapaku dengan lembutnya. Saat siang, kamu sekedar mengingatkan untuk tidak terlambat makan. Saat sore, kamu menyapaku lagi, bercerita tentang hari-harimu, lelahmu dan bahagiamu pada hari itu. Saat malam, kamu menjerat pikiranku untuk berfokus pada suaramu yang mengalun lembut melewati lempengan-lempengan dingin handphoneku. Dan aku rindu, rindu semua hal yang bisa kita lalui hingga terasa waktu terlalu cepat berlalu saat kita melaluinya bersama.




Dan, akhirnya perpisahan itu tiba. Sesuatu yang selalu kita benci kedatangannya tapi harus selalu kita lewati tanpa kita tahu kapan itu akan terjadi. Dengan segala ketidaksiapan yang menggerogotiku, aku tetap harus melepaskanmu. Kau temukan jalanmu, aku temukan jalanku. Kita bahagia dalam jalan kita masing-masing. Kamu berpegang pada prinsipmu, aku berpegang pada perasaanku. Kita berbeda dan memang tak harus berjalan beriringan.




Semua berjalan dengan cepat. Sapa manjamu, tawa renyahmu, cerita lugumu, dan segala hal yang membuat otakku penuh karenamu. Dan, aku harus membuang dan menghapus itu semua dari memori otakku agar kamu  tak lagi mengendap-endap masuk ke dalam hatiku, lalu membuat kenangan itu menjadi nyata dan kembali menjadi realita. Mari mengikhlaskan, setelah ini akan ada pertemuan yang lebih menggetarkan hatimu dan hatiku, akan ada seseorang yang masuk ke dalam hidupmu dan hidupku, dia akan menjadi alasan terbesar saat doa terucap lalu aku dan kamu menyisipkan namanya. Selamat menemukan jalanmu.





Percayalah, bahwa perpisahan ini untuk membaikan hidupmu dan hidupku, bahwa setelah perpisahan ini akan ada rasa bahagia bertubi-tubi yang mengecupmu dengan seringnya. Percayalah bahwa pertemuan kita tidak sia-sia. Aku banyak belajar darimu dan aku berharap kau juga mengambil pelajaran dari pertemuan singkat ini. Semua butuh proses dan waktu saat kamu harus kehilangan sesuatu yang terbiasa kau rasakan. Baik-baik ya :)

Senin, 11 Februari 2013

tanpamu

aku terbangun seperti biasa. menatap handphone beberapa lama melirik ke arah jam, menatap langit-;angit kamar yang sama. letak lemari, meja belajar, dan rak buku juga masih sama. tak ada yang berbeda disini, aku masih bernafas, jatungku masih berdetak, dan denyut nadiku masih berkerja dengan normal. memang, semua terlihat bergerak dan mengalir seperti biasa tapi, apakah yang terlihat oleh mata benar-benar sama dengan yang dirasakan oleh hati? :)
mataku berkunang-kunang, pagi tadi memang sangat dingin. aku menarik selimut dan membiarkan wajahku tenggelam disana. dan, tetap saja aku tak menemukan kehangatan, tetap mengigil- aku sendirian. dengan kenangan yang masih menempel di sudut-sudut otak, seakan membekukan kinerja hati. aku berharap semua hanya mimpi, dan ada seseorang secara sukarela membangunkanku atau menamparku wajahku sangat keras , sungguh aku ingin tersadar dari bayang-bayang yang terlalu sering ku kejar. sekali lagi, aku masih sendiri, bermain dengan masa lalu yang sebenarnya tak ingin ku ingat lagi.
sudah tahun baru, tahun yang baru, bulan yang baru, hari yang baru, harapan baru, mimpi baru, cita-cita yangbaru, juga kadang tak ada yang baru, aku hanya ingin kau tau, bahwa semua yang baru tak menjamin kebahagiaan. dan semua yang masa lalu tak semua menghasilkan air mata. aku begitu yakin pada hal itu, sampai pada akhirnya aku tahu rasanya perpisahan, sampai akhirnya aku tahu rasanya melapskan diri dari hal yang sebenarnya tak pernah ingin ku tinggalkan. aku semakin tahu, masa lalu setidaknya selalu menjadi sebab. kamu, yang dulu kumiliki tak bisa ku genggam dengan jemari.
kita berpisah tanpa alasan yang jelas, tanpa diskusi dan interupsi. iya, berpisah begitu saja. seakan-akan semua adalah hal sepele. bisa begitu mudah di sentil dengan satu hentakan kecil, sangat mudah, sampai aku tak benar-benar mengerti apakah kita telah benar-benar berpisah ? atau dulu, kita tak punya ketertarikan apa-apa? hanya saja aku dan kamu senang mendengar rasa yang sama. cinta yang dulu kita bela begitu manis berbisik......lirih...dingin...dan mempesona segala yang semu menggoda aku dan kamu.
kemudian menyatulah kita, dalam rasa (yang katanya) cinta.
aku mulai berani melewati banyak hal denganmu, kita habisakan waktu dengan langkah yang sama, dengan denyut yang berbeda dan dengan irama yang sama. tanpa cela, tanpa cacat sepurna dan aku bahagia, bahagia? benarkah aku dan kamu pernah merasakan bahagia? jika iya mengapa kita memilih perpisahan sebagai jalan? jika bahagia adalah jawaban, mengapa aku dan kamu masih sering bertanya-tanya ? pada Tuhan, pada manusia lainnya, pada hati kita sendiri, kenapa harus kau mengubah mimpi menjadi api ? mengapa kau ubah pelangi menjadi bui? mengapa kau harus ciptakan luka? jika kau selama ini merasa telah sampai pada puncak bahagia?
kegelisahanku meningkat, ketika aku memikirkanmu, ketika aku memikirkan pola makanmu, juga kesehatanmu, aku masih mengkhawtirkanmu, masih diam-diam mencari kabarmu, dan aku masih merasa sakit jika tahu kau sudah ada yang lain, yang mengisi kekosongan hatimu. seharusnya, aku tak harus merasa seperti itu, karena kau masa lalu, karena kita tak ada ikatan apa-apa lagi. benar, akulah yang bodoh.
yang memutuskan diri untuk segera berhenti, aku masih berjalan, terus berjalan, dengan penutup mata yang tak ingin ku buka. semuanya gelap. tanpamu.......kosong.
ternyata, hari berlalu sangat cepat. salahku yang terlalu perasa, salahku yang mengartikan segalanya dengan sangat berani. ku pikir dengan ikuti peraturanku semua akan semakin sempurna, lagi dan lagi aku salah, dan kamu memilih untuk pergi, ini salahku, karena tak mengunci langkahmu ketika ingin menjauh.
setelah perpisahan itu, hari-hariku masih sama. aku masih mengerjakan rutinitasku. dan aku mulai berusaha mencari penggantimu mereka berlalu lalang datang dan pergi, ada diam yang berlama-lama, ada yang ingin hanya singah, semua bertotasi, berpindah dan berputar, namun tak ada lagi yang sama. kali ini semua berbeda, tak ada kamu yang dulu, tak ada kita yang dulu, ya, semua kenangan memang berasal dari  masa lalu tapi tetap punya tempat tersendiri di hati yang sedang bergerak ke masa depan,
hidupku tak lagi sama, dan aku masih bejuang melupakan sosokmu yang tak lagi terengkuh oleh pelukan. padahal aku masih jalani hari yang sama, aku masih menjadi diriku, dan jiwa masih lekat dengan tubuhku, tapi masih ada yang kurang dan berbeda, kesunyian ini bernama.........tanpamu.
jika jemari di takdirkan untuk menghapus air mata, mengapa kali ini aku menghapus air mataku sendiri ? dimanakah jemarimu saat kau tak bisa menghapuskan air mataku ?

kembalilah

apa yang menyenangkan dalam hubungan sejauh ini? aku tak bisa menatapmu dan jemariku tak bisa menyentuh lekuk wajahmu. apa yang bisa kita harapkan dari jarak ratusan kilometer yang memisahkan kita? ketika rasa rindu menggebu, dan ku tak kau tak disisiku. sejauh ini kita masih bertahan, entah mempertahankan apa, karena yang kurasakan sekarang cintamu tak lagi nyata. selebihnya bayang-bayang:
dalam jarak sejauh ini mungkinkah kita masih saling mendo'akan? seperti saat dulu berdekatan. aku tak lagi paham saat dingin mencengkam, kamu tak lagi duduk di sampingku. juga tak mendekapku lagi dengan hangat. aku tak lagi mengerti, saat air mataku terjatuh, hanya ada tanganku (bukan tanganmu) yang menghapus air mataku . jelaskan padaku apa yang membuatmu masih ingin bertahan? 
aku hanya bisa menatap fotomu. diam-diam merapal namamu dalam doa.ku lakukan seakan baik-baik saja.seakan aku tak terluka, seakan tak ada air mata, aku begitu meyakinkanmu. bahwa tak ada yang salah di antara kita. dan kau memang baik-baik saja? apakah rindu yang kita simpan dalam-dalam akan menentukan titik temu?

sayang, kembalilah...
aku lelah.... pulanglah......

rumit

Jelaskan padaku mengapa menjadi serumit ini? aku tidak tahu jika kamu tiba-tiba memenuhi sudut-sudut terpencil di otakku,hingga memenuhi relung-relung hatiku. semua terjadi begitu cepat, tanpa teori dan basa-basi.aku melihatmu, mengenalmu, lalu mencintaimu. sesederhana itu kamu mulai menguasai hari-hariku. kamu penyebab rasa semangatku, kamu menjelma senyum yang tak bisa ku katakan dengan kata-kata iya mungkin, aku jatuh cinta, entah kamu. 
semuaku lakukan diam-diam dan begitu rapi, hingga hatimu yang beku tak pernah berhasil cair. semua ku sembunyikan hingga perasaanmu yang tidak peka tetap saja tidak peduli terhadap gerak gerik ku yang jarang tersorot oleh kedua matamu. aku pandai menyembunyikan banyak hal hingga kau tak memahami apa yang sebenarnya terjadi.
aku tidak bisa melupakanmu......sungguh! aku selalu ingat caramu menatapku, caram mencuri perhatianku, kerutan matamu yang aneh. namun tetap terlihat mempesona dalam pandanganku. hal-hal sederhana itu seakan-akan senagaja diciptakan untuk tidak dilupakan. tolong buat aku lupa, karena aku tak menemukan cara baik lagi untuk menghilangkanmu di pikiranku. 
rasanya menyebalkan jika aku tak tahu isi hatimu, kamu sangat sulit ku tebak, kamu teka teki yang punya banyak jawaban, juga tafsiran, aku takut menerjemahkan isyarat-isyarat yang kau tunjukan padaku. aku takut mengartikan kata-kata manismu yang mungkin saja takhanya  kau katakan untukku.
aku takut mempercayai perhatian sederhanamu yang kau perlihatkan secara terselubung. aku takut. aku takut. takut. semakin takut jika perasaan ini betumbuh ke arah yang tak ku inginkan. tolong hentikan langkahku. jika memang segalanya yang ku duga benar dimatamu. tolong kembalikan aku ke jalan yang dulu, sebelum aku menunggu rute tujuanmu.
ketahuilah, tampan. aku sedang berusaha melawan jutaan kamu yang mulai mengepul otakku, seperti asap rokok yang menggantung di udara, kamu seakan-akan nyata. aku tak percaya, ternyata kita bisa melangkah sejauh ini, dan selama ini juga, aku tak berani menggukapkan satu hal... tolong jangan tinggalkan aku 

Sabtu, 05 Januari 2013


Gak kangen apa?


gak kangen apa? ketika muterin lagu dan lagu itu ngepas banget sama hubungan kamu. dan pacar bilang 'ini lagu buat kamu'.

gak kangen apa? pas ketemu becanda bareng, suka ketawa engak jelas, suka liatin dia terus kalo lagi berduaan.

gak kangen apa ya, nyium kening dan dicium keningnya. :')

gak kangen apa? saat dimana pacar ngusap-ngusap rambut kamu dan kemudian ada kecupan di kening.

gak kangen apa? pas dipegang tangannya terus tangannya dicium.

gak kangen apa, pas kita pisah di terminal/bandara/stasiun terus di sana kita nangis bareng, sampe diliatin banyak orang. terus kita ketemu di sana lagi. akhirnya aku sanggup nunggu kamu loh. sanggup nunggu, dan makasih yaa udah sempetin dateng ke tempat aku, jauh-jauh. kamu relain sisihin uang jajan, capeknya kerasa. :")


Gak kangen apa, dulu kita nonton bareng, yang aku tau. pas ngantri bareng kamu. itu kerasa banget moment kita berduanya, kerasa pas kita ngobrol lamanya. Ah, aku kangen kamu.


sumber : http://myldrstory.blogspot.com/search?updated-max=2012-11-14T11:37:00-08:00&max-results=7 ^^

Halaman