Teruntuk, kamu.
Selamat datang, sayang.
Selamat datang di kehidupanku yang belum tertata rapi.
Selamat datang di dalam hatiku yang masih porak-poranda sebab penghuni sebelum kamu.
Selamat datang di dalam pikiranku yang masih menjadi tempat bermain kanak-kanak sehingga aku belum dewasa.
Selamat datang dirutinitas keseharianku yang masih sering saja mengacuhkan kamu.
Selamat datang di sini, sayang. Selamat datang di kehidupanku yang akan aku lalui bersama kamu.
Aku percaya Tuhan mempertemukan kita agar kamu membantuku untuk merapikan kehidupanku.
Aku percaya Tuhan mempertemukan kita agar kamu membantuku membereskan puing-puing sisa keporak-porandaan dalam hatiku.
Aku percaya Tuhan mempertemukan kita agar kamu
membantuku membantu kanak-kanak tersebut tumbuh dewasa hingga pikiranku
tidak ada pemikiran seperti mereka lagi.
Aku percaya Tuhan mempertemukan kita agar kamu
membantuku untuk lebih peduli kepada sekitar terutama kamu di dalam
rutinitas keseharianku..
Aku percaya Tuhan, sayang. Aku percaya Ia mempertemukan kita untuk melalui kebahagiaan bersama-sama.
Sabarlah dalam menghadapiku, sayang. Jangan terlalu
cepat lelah kemudian kamu menyerah dan membuat kamu melakukan tindakan
yang gegabah, meninggalkanku. Tetaplah seperti ini, ada bersamaku entah
itu esok, lusa atau nanti.
Selamat datang, sayang. Selamat datang sebagai kebahagiaan yang memang aku nanti.
Yang memutuskan untuk mencari bahagia bersamamu,